Selasa, 27 Mei 2008

Menyambung Silaturahmi Meskipun Karib Kerabat Berlaku Kasar

Bismilahirohmanirohim.

Assalamualaikum warahmatulloh wabarakatuh.

- Silahturachmi & Pengertiannya::.

Imam Ibnu Manzhur rahimahulloh berkata tentang silahturachmi, "Al-Imam Ibnul Atsir rahimullaah berkata, 'Silahturachmi adalah ungkapan mengenai perbutan baik kepada karib kerabat karena hubungan senasab atau perkawinan, berlemah lembut kepada mereka, menyayangi mereka, memperhatikan keadaan mereka. Demikian juga kita harus berbuat baik kepada mereka meskipun mereka jauh dan mereka berbuat jahat (kepada kita). Sedangkan yang dimaksud dengan memutus silahturachmi adalah lawan dari semua itu"

(Lisaanur 'Arab (XV/318). Asalnya beliau menukil dari an-Nihayah fii Ghariibil Hadist (V/191-192)

Dari Pengertian diatas, maka silahturachmi hanya ditujukan pada orang-orang yang memiliki hubungan kerabat dengan kita, seperti kedua orang tua, kakak, adik, paman, bibi, keponakan dan lainnya yang memiliki kerabat dengan kita.

Sebagian besar kaum muslimim memakai / menggunakan kata silahturachmi untuk berhubungan dengan rekan-rekan dan kawan-kawan mereka. Padahal Silahturachmi hanyalah terbatas pada orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan kita.

Adapun Kepada orang yang bukan kerabat, maka yang ada hanyalan UKHUWWAH ISLAMIYAH (Persaudaraan Islam)

-Hakikat Silahturachmi::.

Silahturachmi yang hakiki bukanlah menyambung hubungan baik dengan orang yang telah berbuat baik terhadap kita, namum silahturachmi yang hakiki adalah menyambung hubungan kekerabatan yang telah retak dan putus, dan berbuat baik kepada kerabat yang berbuat jahat kepada kita. Rasululloh shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Orang yang menyambung kekerabatan bukanlah orang yang membalas kebaikan, tetapi orang yang menyambungnya adalah orang yang menyambung kekerabatannya apabila putus "

(Hadist Sahih : Diriwayatkan oleh al-Bukhari no.5991, Abu Dawud no.1697, dan at-Tirmidzi no.1908, dari sahabat 'Abbdullah bin Amr radhiyallaahu 'anhuma)

Rasululloh shallallaahu 'alaihi wa sallam bersadba : "Sedekah yang paling utama adalah sedekah kepada kerabat yang jahat (memusuhi) kepada kita"

(Hadist Sahih : Diriwayatkan oleh al-Humaidi no 328, Ibnu Khuzaimah no.2386, dan al-Hakim (I/406), dari Ummu Kultsum binti 'Uqbah bin Abi Mu'ath radhiyallaahu 'anha)

Sudah jelas kalau kita diperintahakan menyambung tali silahturachmi antar kerabat meskipun mereka jahat kepada kita. Dengan bersilahturachmi Alloh akan melapangkan rizki dan memanjangkan umur kita. Adapun haramnya memutuskan silahturachmi dijelaskan oleh Rasululloh shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam sabdanya : "Tidak masuk surga orang yang memutuskan silahturachmi"

(Hadist Sahih : Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 5984 dan Muslim no 2556, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallaahu 'anhu)

Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum warahmatulloh wabarakatuh.

Sumber : Kajian & Bedah Buku "Wasiat Nabi kepada Abu Dzarr Al Ghifari" (karangan ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawaz)

Jumat, 16 Mei 2008

Sekelumit (Sejarah) Pemalang


Sumber Dari Wikipedia dan situs Pemda Pemalang & millis wong Pemalang.::

Keberadaan Pemalang dapat dibuktikan berdasarkan berbagai temuan
arkeologis pada masa prasejarah. Temuan itu berupa punden berundak dan
pemandian di sebelah Barat Daya Kecamatan Moga. Patung Ganesa yang unik,
lingga, kuburan dan batu nisan di desa Keropak. Selain itu bukti
arkeologis yang menunjukkan adanya unsur-unsur kebudayaan Islam juga
dapat dihubungkan seperti adanya kuburan Syech Maulana Maghribi di
Kawedanan Comal. Kemudian adanya kuburan Rohidin, Sayyid Ngali paman
dari Sunan Ampel yang juga memiliki misi untuk mengislamkan penduduk
setempat.

Eksistensi Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan
Rijklof Van Goens dan data di dalam buku W. Fruin Mees yang menyatakan
bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah
merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja.
Dalam perkembangan kemudian, Senopati dan Panembahan Sedo Krapyak dari
Mataram menaklukan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya
Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang
diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.

Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang
lebih penting dibandingkan dengan Tegal, Pekalongan dan Semarang. Karena
itu jalan raya yang menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah
pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan Wiradesa
dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan dua kawasan
tersebut.

Populasi penduduk sebagai pemukiman di pedesaan yang telah teratur
muncul pada periode abad awal Masehi hingga abad XIV dan XV, dan
kemudian berkembang pesat pada abad XVI, yaitu pada masa meningkatnya
perkembangan Islam di Jawa di bawah Kerajaan Demak, Cirebon dan kemudian
Mataram.

Pada masa itu Pemalang telah berhasil membentuk pemerintahan tradisional
pada sekitar tahun 1575. Tokoh yang asal mulanya dari Pajang bernama
Pangeran Benawa. Pangeran uu asal mulanya adalah Raja Jipang yang
menggantikan ayahnya yang telah mangkat yaitu Sultan Adiwijaya.

Kedudukan raja ini didahului dengan suatu perseturuan sengit antara
dirinya dan Aria Pangiri.

Sayang sekali Pangeran Benawa hanya dapat memerintah selama satu tahun.
Pangeran Benawa meninggal dunia dan berdasarkan kepercayaan penduduk
setempat menyatakan bahwa Pangeran Benawa meninggal di Pemalang, dan
dimakamkan di Desa Penggarit (sekarang Taman Makam Pahlawan Penggarit).

Pemalang menjadi kesatuan wilayah administratif yang mantap sejak R.
Mangoneng, Pangonen atau Mangunoneng menjadi penguasa wilayah Pemalang
yang berpusat di sekitar Dukuh Oneng, Desa Bojongbata pada sekitar tahun
1622. Pada masa ini Pemalang merupakan apanage dari Pangeran Purbaya
dari Mataram. Menurut beberapa sumber R Mangoneng merupakan tokoh
pimpinan daerah yang ikut mendukung kebijakan Sultan Agung. Seorang
tokoh yang sangat anti VOC. Dengan demikian Mangoneng dapat dipandang
sebagai seorang pemimpin, prajurit, pejuang dan pahlawan bangsa dalam
melawan penjajahan Belanda pada abad XVII yaitu perjuangan melawan
Belanda di bawah panji-panji Sultan Agung dari Mataram.

Pada sekitar tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi
Subajaya menjadi Bupati Pemalang setelah Amangkurat II memantapkan tahta
pemerintahan di Mataram setelah pemberontakan Trunajaya dapat dipadamkan
dengan bantuan VOC pada tahun 1678.

Menurut catatan Belanda pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah
oleh Bupati yang bernama Mas Tumenggung Suralaya. Pada masa ini Pemalang
telah berhubungan erat dengan tokoh Kanjeng Swargi atau Kanjeng Pontang.
Seorang Bupati yang terlibat dalam perang Diponegoro. Kanjeng Swargi ini
juga dikenal sebagai Gusti Sepuh, dan ketika perang berlangsung dia
berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda ke daerah Sigeseng atau
Kendaldoyong. Makam dari Gusti Sepuh ini dapat diidentifikasikan sebagai
makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam masa-masa pemerintahan
antara tahun 1823-1825 yaitu pada masa Bupati Reksadiningrat. Catatan
Belanda menyebutkan bahwa yang gigih membantu pihak Belanda dalam perang
Diponegoro di wilayah Pantai Utara Jawa hanyalah Bupati-bupati Tegal,
Kendal dan Batang tanpa menyebut Bupati Pemalang.

Sementara itu pada bagian lain dari Buku P.J.F. Louw yang berjudul De
Java Oorlog van 1825 -1830 dilaporkan bahwa Residen Van den Poet
mengorganisasi beberapa barisan yang baik dari Tegal, Pemalang dan
Brebes untuk mempertahankan diri dari pasukan Diponegoro pada bulan
September 1825 sampai akhir Januari 1826. Keterlibatan Pemalang dalam
membantu Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya keterangan Belanda
yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara resmi
sebagai Bupati Pemalang sampai tahun 1825. Dan besar kemungkinan
peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati
Reksodiningrat bergabung dengan pasukan Diponegoro yang berakibat
Belanda menghentikan Bupati Reksodiningrat.

Pada tahun 1832 Bupati Pemalang yang Mbahurekso adalah Raden Tumenggung
Sumo Negoro. Pada waktu itu kemakmuran melimpah ruah akibat berhasilnya
pertanian di daerah Pemalang. Seperti diketahui Pemalang merupakan
penghasil padi, kopi, tembakau dan kacang. Dalam laporan yang terbit
pada awal abad XX disebutkan bahwa Pemalang merupakan afdeling dan
Kabupaten dari karisidenan Pekalongan. Afdeling Pemalang dibagi dua
yaitu Pemalang dan Randudongkal. Dan Kabupaten Pemalang terbagi dalam 5
distrik. Jadi dengan demikian Pemalang merupakan nama kabupaten, distrik
dan Onder Distrik dari Karisidenan Pekalongan, Propinsi Jawa Tengah.

Pusat Kabupaten Pemalang yang pertama terdapat di Desa Oneng. Walaupun
tidak ada sisa peninggalan dari Kabupaten ini namun masih ditemukan
petunjuk lain. Petunjuk itu berupa sebuah dukuh yang bernama Oneng yang
masih bisa ditemukan sekarang ini di Desa Bojongbata. Sedangkan Pusat
Kabupaten Pemalang yang kedua dipastikan berada di Ketandan. Sisa-sisa
bangunannya masih bisa dilihat sampai sekarang yaitu disekitar Klinik
Ketandan (Dinas Kesehatan).

Pusat Kabupaten yang ketiga adalah kabupaten yang sekarang ini
(Kabupaten Pemalang dekat Alun-alun Kota Pemalang). Kabupaten yang
sekarang ini juga merupakan sisa dari bangunan yang didirikan oleh
Kolonial Belanda. Yang selanjutnya mengalami beberapa kali rehab dan
renovasi bangunan hingga kebentuk bangunan joglo sebagai ciri khas
bangunan di Jawa Tengah.

Dengan demikian Kabupaten Pemalang telah mantap sebagai suatu kesatuan
administratif pasca pemerintahan Kolonial Belanda. Secara biokratif
Pemerintahan Kabupaten Pemalang juga terus dibenahi. Dari bentuk
birokratif kolonial yang berbau feodalistik menuju birokrasi yang lebih
sesuai dengan perkembangan dimasa sekarang.

Sebagai suatu penghomatan atas sejarah terbentuknya Kabupten Pemalang
maka pemerintah daerah telah bersepakat untuk memberi atribut berupa
Hari Jadi Pemalang. Hal ini selalu untuk rnemperingati sejarah lahirnya
Kabupaten Pemalang juga untuk memberikan nilai-nilai yang bernuansa
patriotisme dan nilai-nilai heroisme sebagai cermin dari rakyat
Kabupaten Pemalang.

Penetapan hari jadi ini dapat dihubungkan pula dengan tanggal pernyataan
Pangeran Diponegoro mengadakan perang terhadap Pemerintahan Kolonial
Belanda, yaitu tanggal 20 Juli 1823.

Namun berdasarkan diskusi para pakar yang dibentuk oleh Tim Kabupaten
Pemalang Hari Jadi Pemalang adalah tanggal 24 Januari 1575. Bertepatan
dengan Hari Kamis Kliwon tanggal 1 Syawal 1496 Je 982 Hijriah. Dan
ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Kabupaten Pemalang
Nomor 9 Tahun 1996 tentang Hari Jadi Kabupaten Pemalang.

Tahun 1575 diwujudkan dengan bentuk Surya Sengkolo Lunguding Sabda
Wangsiting Gusti yang mempunyai arti harfiah : kearifan, ucapan/sabdo,
ajaran, pesan-pesan, Tuhan, dengan mempunyai nilai 5751.

Sedangkan tahun 1496 je diwujudkan dengan Candra Sengkala Tawakal Ambuko
Wahananing Manunggal yang mempunyai arti harfiah berserah diri, membuka,
sarana/wadah/alat untuk, persatuan/menjadi satu dengan mempunyai nilai
6941.

Adapun Sesanti Kabupaten Pemalang adalah Pancasila Kaloka Panduning
Nagari dengan arti harfiah lima dasar, termashur/terkenal,
pedoman/bimbingan, negara/daerah dengan mempunyai nilai 5751


Senin, 12 Mei 2008

Jangan Makan Dengan Tangan Kiri!

Meski bukan hasil tulisan saya, namun isinya bagus sekali
Penah terjadi saat ditahun 2001 di GSG (Gedung Serba Guna-Tembalang/UnDip) Pas kajian dr ust.Gito Rollies (Alm), Saya sempet ditegor panitia karna saya makan pake tangan kiri dan ajak diskusi sebegitu panjangnya. Sejak saat itu sering teringat jika secara reflek mo makan tapi pake kiri gak jadi dan akhirnya pake tangan kanan (semoga selalu pake tangan kanan).

**************___________________________________________________

Jangan Makan Dengan Tangan Kiri!
Apa sebabnya?

Berikut ini beberapa hadits yang bisa anda pakai sebagai rujukan.

Hadist Pertama.
Memakai Tangan Kiri = Setan.

"Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanan dan apabila dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan apabila dia makan, makan dengan tangan kiri dan apabila minum, minum dengan tangan kiri."

(HR. Muslim)

Hadits Kedua.

Dari Salamah bin Al Akwa' Radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Ada seorang makan di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan menggunakan tangan kirinya, kemudian beliau bersabda, 'Makanlah dengan tangan kananmu !,' dia menjawab, 'Saya tidak bisa.' Kemudian beliau bersabda, 'Tidak, pasti kamu bisa!' Yang menyebabkan dia enggan adalah karena kesombongannya, maka setelah itu orang tersebut tidak bisa mengangkat tangannya ke mulut"

(HR. Muslim)

Pertanyaan kemudian, bagaimanakah jika ia seorang yang KIDAL?

Maka, mudah-mudahan hadits ini sebagai jawabannya;

Dari Abdullah bin Muhammad, dari seorang wanita di antara mereka yang berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk menemuiku ketika aku sedang makan dengan tangan kiriku, karena aku seorang wanita yang KIDAL.

Maka beliau memukul tanganku sehingga sesuap makanan jatuh.

Lalu beliau bersabda, "Janganlah engkau makan dengan tangan kirimu, sedangkan Allah telah menjadikan tangan kanan untukmu." Atau bersabda, "Sedangkan Allah telah menyembuhkan tangan kananmu."

(HR. Ahmad dan Thabarani. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Jilbab Al Mar'ah Al Muslimah, hal. 72)

Wallahu a'lam
sumber : Thulabul 'Ilmi.(postingan dari akhi syamsul )

Sabtu, 10 Mei 2008

Personal Touch Activity dengan Paint Ball

Jakarta, 26 April 2008. Setelah biasanya Acara Personal Touch Activity (PTA) hanya berkutat didaerah PUNCAK BOGOR, Agenda 3 bulanaa Seksi kali ini beda dengan biasanya, selain merupakan gabungan antara dua Departement yaitu LMCP (Logistic & Material Control Project) dan MCC (Material Cost Control) event PTA kali ini merubah haluan ke Semi Autbond dengan lebih mendekatkan ke Alam sekitar yang lebih segar dan menantang dalam Paint Ball (tembak-tembakan) di Camp Forest yang berlokasi di Maribaya - Lembang, Bandung-Jawa Barat.



Dengan Mengusung Thema "PTA untuk Kebersamaan Lintas Departement untuk meningkatkan Komunikasi dan Kerjasama demi menaikan Produktivitas Perusahaan". Berangkat hari Sabtu 26 April 2008 kumpul di Assy langsung tancap ke Lokasi jam 08.30 wib tet, sesampai Camp Forrest Maribaya jam 13.30 wib, Selesai Sholat Dhuhur berjamaah makan Siang serta santai sejenak, peserta PTA dibagi dalam 2 Kelompok untuk acara Paint Ballnya yaitu team Terorist yang dikomandandani bp. Eko S, membawahi anngota Sube, Yanto, Gonggo, Djunaedi, Yusuf M, Wiyu, Abdu dan team Anti Terorist yang dikomandoi bp. Sutarto dianggotai I Made S, Budi U, Heru F, Darmo, Jae dan jeng Daesy.






Pertarungan di mulai.!!!! Jedar, Jedor. Dar Der Dor tertembaklah komandan dari team Terrosist bp. Sutarto oleh Sube dan disulus Bp. I Made, pak Budi dan team Terrosist disapu bersih dan hanya dua Anggota team Anti Teroris hanya tertembak 2 anggota yaitu pak Jun dan Gonggo. Menanglah Team Anti Terrorist 1 : 0.
Dipertarungan Kedua lebih seru lagi.:: Team Anti Terroris setelah bertukar tempat menerapkan strategi yang matang belajar dari kesalahan mereka mengurung Pasukan ANTI TERRORIS sampai tertembak seluruhnya tanpa disisakan sedikitpun dalam waktu yang relative singkat bahkan ada yang tertembak di Cover Helm (Sampai pelor paint-nya muncrat ke muka) yaitu pak Yanto yang meringis kesakitan di tembak pak Budi. Skor sekarang 1 : 1.
Karena skor draw, Team sepakat untuk menambah satu session untuk menentukan pemenang dari game Paint ball ini. dan disepakati membeli Amunisi tambahan dan dimulailah pertempuran lebih sengit lagi karena sudah mengerti TIKTAK masing-masing. Dari team ANTI TERORIST cenderung DEFFENCE sehingga mereka hanya menunggu team ANIT TERRORIS bergerak dan diDOR-lah mereka, dengan mengorbankan Sube dan Gonggo sebagai Umpan Team ANTI TERRORIS berhasil memberondong TEAM TERROSRIS setelah terpancing keluar oleh mereka-dan kemenangan berpihaklah ke TEAM ANTI TERRORIS dengan skor 2 : 1.
.:::.
Setelah capek Paint Ball, game dilanjutkan dengan FITSALL (karena teamnya pak Made tidak terima kekalahan). Futsal dibagi dengan Group yang sama. Pertandingan berjalan alot, tapi dengan stiker terbaik pak Made dan Darmo serta didukung oleh Kipper terbaik pak Tarto Team ANTI TERRORIS menggulung team Anti terroris dengan skor 10 : 4. (Hatriks oleh pak Made dan Darmo). Fiuh.:: Capek banget tapi Happy.
Acara malam sharing Session diisi oleh Pak Made dengan diiringi oleh alunan musik Karaoke pak Budi Utomo dan Jeng Daesy. Diacara Sharing Personal Touch Activity ini Pak Made secara garis besar berpesan dengan PTA kali ini marilah membuka komunikasi yang baik intern seksi maupaun lintas Seksi bahkan Lintas departement demi menunjang Produktivitas kerja untuk mencapai Toyota yang siap bersaing di era Global.
Dan Beliau menambahakan pentingnya menjaga Kesehatan bagi setiap Karyawan dengan melihat Produksi di Toyota yang cendering meningkat. "Gunakanlah BPK (Bantuan Pemeliharaan Kesehatan) SeOptimal mungkin untuk Check Up ke Dokter secara periodik dan terPlanning untuk mengecheck Kesehatan karyawan, jadi jangan ke Rumah Sakit jika saat mau Opname saja. tapi bagaimana supaya kita menjaga Kesehatan itu adalah bagian dari kebutuhan kita yang terplanning" begitu imbuhnya.
Pak Budi U. dalam sambutannya juga menambahkan tentang pemeliharaan Kesehatan merupakan tanggung jawab masing-masing karyawan, beliau mencontohkan jika di Jepang sana di Karyawan TMC itu sudah ada List Jadwal Check Up masing-masing Keluarga dari suami, istri dan anak-anaknya. Beda dengan kita (karyawan Toyota) Check Up dilakukan sekali saja itupun (kebanyakan) karena program dari Toyota. "Coba bedakan dengan perusahaan lain : mereka dikasih BPK jika mereka Ckeck Up/Kontrol ke dokter saja, mereka tidak dikasih BPK secara rutin setiap bulan seperti kita, jadi marilah kita gunakan BPK itu seoptimal mungkin untuk menjaga kesehatan kita" begitu sambutan terakhir dari pak Budi.
Setelah Acara Sharing selesai, kemudian dilanjutkan dengan Karaoke dari masing - masing peserta (masing-masing peserta menyumbangkan 1 lagu), dan tak terasa waktu sudah larut malam kemudian satu persatu Peserta ngacir keKamar untuk Istirahat.
Pagi-pagi buta, masih diselimuti hawa dingin para peserta PTA sholat shubuh jam 05.00 dilanjutkan makan dan Senam pagi jam 07.00 setelah sarapan. Akhirnya jam 08.00 peserta pulang kembali ke Sunter sambil mempir membeli oleh-oleh untuk keluarga dirumah. Demikianlah PTA Kolaborasi ini dan Kami akan hadir lagi dalam laporan PTA berikutnya dengan mencoba ARUM JERAM yang lebih menantang.::
Bravo LMCP, Bravo MCC dan Bravo TMMIN