Begitulah...kita (kadang di saya atau beberapa sharing-an dari temen saya masih pake kata-kata ini). Ach sungguh ternyata diantara kita masih saja terbuai akan kesombongan & keangkuhan dalam menjalani hidup.
Sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan (mempertahankan pendapat) adalah mereka yang segera menyadari dan memperbaiki kesalahannya (pendapatnya) tanpa harus diingatkan oleh orang lain. Namum ada pula orang yang tidak sadar kalau dirinya berbuat (berpendapat) salah. Untuk itu diperlukan teguran dan koreksi dari orang lain. Agar dapat diterima dengan baik, maka diperlukan pengetahuan tentang berbagai adab dalam menegur dan meluruskan kesalahan. Tinggal HOW to-nya bagaimana??...yang tanpa meninggalkan sakit hati antara keduanya.
Untuk menyelami maksud dan alasan 'lawan' debat kita secara gambang mungkin saya contohkan dalam sebuah kepin uang logam (koin) dua sisi.

Filosofihnya adalah misal ada dua orang berseberangan (berhadap-hadapan) dan ditengah-tengahnya ditaruh koin uang logam yang diberdirikan (terlihat kedua sisi uangnya oleh kedua orang tersebut). Dan tanyakan ke mereka apa yang mereka lihat???
Niscaya satu orang akan bilang "yang saya lihat adalah gambar kepala orang" dan satu orangnya lagi akan bilang "yang saya lihat adalah angka nominal uang logam tersebut". Bisa jadi keduanya adalah benar & memang benar dari apa yang mereka lihat.
Nah dari filosofi uang koin inilah, dalam menyikapi permasalahan yang kita hadapi-cobalah untuk bertukar posisi dari segi sudut pandang mereka. Belum tentu juga mereka salah, dan tidak ada kepastian juga kalo kita adalah yang paling benar.
Ajak-lah mereka berpikir dari sisi kita dengan elegant (bukan arrogance) tanpa harus merasa diri paling benar. Sampaikanlah pendapat dengan santun, jika-pun sebenernya nyata-nyata pendapat dia 'salah' bukanlah suatu keharusan kita untuk tidak menghargai jalan pikirannya. Satu hal yang pasti kita hanyalah berusaha mendalami sisi uang logam lainya dan tetap berusaha menunjukan jalan yang benar yang sesuai dengan organisasi, aqidah ataupun petunjuk sang Khalik & Nabi Allah dengan data-data yang ada tanpa harus bersikap emosional & memaksakan kehendak.
Semoga bermanfaat,
Sube Thanks to : Allah Rabb kami, Baginda, my Sweetie & Saqeen, Ary-Pensehat Pusat (Thanks-atas ajaran filosofi-nya. Sampai ketemu di Touring selanjutnya) & semua temen2, guru-guru, malaikat langit serta MP/blog'ers yang selalu berbagi
