Jakarta, 8 April 2008. Melihat berita dibeberapa media belakangan terakhir ini memang membuat saya takjub ‘luar biasa’ terhadap amarah positive sang President SBY - sekaligus prihatin yang mendalam bagi kondisi kepemimpinan bangsa ini.

Teguran tersebut berlangsung saat pembekalan konsolidasi pemerintah daerah di Gedung lemhanas, Jl. Medan Merdeka Seltan-Jakarta 8/04/08. Kalau lihat tayangannya di TIVI bahkan mata sang President merah & berkaca-kaca, bicara terbata-bata mendakan marah yang tak terkira dan malu yang tak tertahan-pasti hatinya campur-aduk, galau saat itu.
Sebagai warga Negara yang mendambakan pemimpin yang arif, tegas dan ngerti akan rakyatnya saya bangga atas respect cerdas yang sepontan dari beliau. Saya setuju atas apa yang diungkapkan pak SBY “seharusnya para bupati malu pada rakyatnya. Lagi membicarakan kepentingan rakyatnya saja kok malah tidur” begitu kira2 yang pesen keras yang ingin disampaikan ke para pejabat yang hadir dalam acara pembekalan tersebut.
Hanya sehari setelah berita tersebut tayang hilir mudik di TIPI, koran maupun di warta internet. Ada Satu hal yang sangat mengganjal hati saya :
Bagaimana bisa PESAN HEBAT, TEGURAN KERAS yang bermakna positive tersebut malah dibalas dengan mengatakan “bisa jadi (salah satu-nya) materi yang disampaikan membosankan”.
Ini sungguh ironi bagi saya. Bagaimana mungkin orang yang tak beretika (sebut saja begitu) yang ketika orang nomer satu berbicara memberikan sambutannya didepan mereka-mereka malah tidur. Sungguh pembelaan yang gak laik untuk disampaikan jika berucap “ ach..mungkin lagi capek, ach..mungkin lagi sakit dan mungkin materinya gak menarik” .

Ini adalah satu KATA yang malah mengajak MUNDUR (setidaknya menurut saya), kata2 ini malah mencari-cari pembelaan dan pembenaran atas TIDURnya mereka. Jelas stetment ini bertolak ketika diajak maju kok malah gak mau…diajak improve bagaimana supaya concern dan berpikir memajukan masyarakat kok membela si pejabat yang tidur itu. Mustinya ketika ada teguran/masukan/kritikan yang membangun-yang menyadarkan marilah kita sama-sama bahu membahu mengIYAKAN dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut tadi..
Ach sungguh ironi…dunia ini…yang maksudnya baik bisa jadi malah dibelokkan dengan mencari celah tidak baik…dan pidato yang kadang jelek content & sedikit memprovokasi justru kadang malah dibenarkan…
Ya Alloh ya..Rabb..tunjukanlah kami jalan yang lurus…
____________________
Ada satu kisah menarik ketika seorang guru mengajar di kelas , ia mengajarkan sesuatu kepada murid2nya. Ia duduk menghadap murid2nya..
Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Sang guru berkata, "Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada
kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka
berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Sang guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat.
Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapus!", jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!". Dan dijalankanlah adegan seperti tadi, tentu saja murid-murid kerepotan dan kelabakan, dan sangat sulit untuk merubahnya. Namun lambat laun, mereka bisa beradaptasi dan tidak lagi sulit.
Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada
murid-muridnya. "Anak-anak, begitulah kita ummat Islam. Mulanya yang
haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya.
Namun kemudian, musuh-musuh kita memaksakan kepada kita lewat berbagai
cara, untuk membalik sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan
sebaliknya.
Pertama-tama mungkin akan sulit bagi kita menerima hal tersebut, tapi
karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka,
akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai
mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik
nilai."
Saya jadi berpikir, apakah perkataan SBY yang tadinya Briliant menurut saya akan berubah jadi biasa saja jika saya didoktrin dengan perkataan “mungkin pesertanya lagi lelah, lagi capek atau siSBY-nya saja yang gak bisa ceramah“.
Saya tidak tahu juga, yang jelas PERUBAHAN adalah milik semua orang, jika terlihat (tertangkap) sedang tidur & malunya sampai dihardik maka Jangan-lah kita TIDUR di kesempatan yang lain. Dan jika ada yang sampai tertidur di presentasi yang kita bawakan berarti method penyampaian yang dibawakan harus lebih kreative dikemudian harinya. Intinya saya dukung pak SBY untuk menghardik pemimpin-peminpin yang suka tidur di SIDANG. Bravo SBY
********
---Hmm..semoga kita termasuk umat yang selalu ISTIQOMAH...
yang tidak terbawa arus euforia pencarian yang berujung salah. Semoga kita selalu dalam rachmat-Nya..
Marilah maju membangun bangsa...
Marilah bersama menegakan syariat Islam
Marilah bahu membahu demi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang madani
Dan Marilah selalu berpikir POSITIVE demi menyelamatkan Generasi Kita dari kebiasaan Tidur di Gedung Dewan, dari Kebiasaan Pejabat yang Korup, Dari Kebiasaan selalu mencari pembenaran atas tindakan...

sumber : detik, mail