"Fitnah yang paling bahaya dari Dajjal adalah yang keluar dari mulutnya, Fitnah ini didukung media massa dan disebarkan keseluruh dunia. Masuk kerumah-rumah keluarga muslim dan meyesatkan mereka"
Jangan ikuti saya kenapa saya keluar dan menyatakan diri katam dari facebook, dan jangan dijadikan hujjah untuk membenarkan / menyalahkan langkah yang saya anut.
Ikutilah apa kata hati teman-teman sekalian apakah facebook memang diperlukan atau tidak dalam diri temen-temen. Bahkan seorang inspirator atau interpreunerpun tidak bisa mengubah sesuatu akan kehidupan seseorang, hanya jiwa dan karunia dari sang Khalik saja serta hidayah dariNyalah seseorang bisa berubah.
Ketika kubuka mata dan kulihat dunia maya, tak pernah aku menyesali yang kupunya, tapi kusadari ada lubang dalam hati, kucari sesuatu yang bisa mengisi lubang yang dihatiku dan itu adalah comment status dan updatetan status dari teman-teman dan bahkan comment olehku sendiri. ada yang aneh disana, dan ada yang tidak sesuai dengan hati nurani disini.
Bak pisau pedang, meskipun beberapa temen bilang bahwa "semua tergantung dari penggunaanya", adalah pedang ini dipakai justru dipakai untuk mengiris bawang merah didapur. Fungsi yang sesungguhnya dari pedang terlalu nista jika hanya untuk mengiris bawang bukan?
begitu juga FB, yang kata orang untuk ajang silahturakhmi, tapi sepertinya hanya untuk nggosip, berbalas comment tanpa arah dan norma kesopanan. Estetika dari silakhturakmi juga lama-lama tiada disana.
Seperti api pelita bisa menerangkan sebuah ruangan didalam rumah, tapi sepertinya pelita ini sudah membakar satu kampung dan akan sangat susah untuk memadamkanya. begitu juga FB, sekiranya ada yang bilang untuk DAKWAH, tapi tidak ada tertera kajian tulisannya dibagian BLOG, hanya ada beberapa updaten status dan selebihnya adalah perang comment antah berantah dengan pelbagai macam cacimaki dan sumpah serapah (meski prosentasenya kecil).
Ada yang gak klick dihati ketika status malah menyeruak hal-hal yang tidak seharusnya disajikan, misal "kampr333t", "anjrit", "pengendara motor sialan", atau "malam jumat neeh, waktunya sunnah rosul".
Ealah.. lah kok (lagi-lagi) menurut saya seharusnya itu tidak terucap jika ada kesabaran dan kesantunan dihati mereka, kita dan semuanya, adalah menyalahkan takdir jika begitu. atau menyajikan/menggiring facebooker untuk tahu apa yang akan kita lakukan terhadapa pasangan masing-masing.
Lah mboh... saya sendiri awalnya juga tidak care dengan mereka, bahkan dengan statusku. tapi kadang e-mail dari temen-temen bilang "emang tidak lihat statusku di FB". Lah.. emangnya saya admin FB? kenapa musti lihat semua. tapi sering juga akhirnya kalah dan buka FB.. lihat status temen, dan begitu seterusnya. Sampai akhirnya usaha inilah yang terakhir..
untuk tidak comment status temen-temen dan "tidak peduli" dengan keadaan mereka. Toh masa iya saya harus tahu segala yang dilakukan teman-teman semua dengan alasan menjaga silahturakmi. lah apa iya juga silahturakhmi hanya melalui FB?. Dari delisting semua teman-teman di FB sampai mendeactivekan FB account punya saya toh terbukti alhamdulillah ajang silakhturakmi sampai sekarang tidak ada yang putus.
Yang jelas, bener (mungkin. Allohua'alam) yang disampaikan oleh sahabat saya, bahwa memang fitnah dunia (dajjal) akan semakin banyak bahkan sampai kerumah-rumah muslim untuk kita tersesatkan. Apakah fitnah-fitnah ini akan melalui media FB/Televisi/atau lain2.
Toh FB / Tivi memang sekarang ada disetiap rumah-rumah, bahkan disetiap sudut kamar dan toilet bisa kit aber FB, berstatus update, bermesej mesra, berhujat ria sama teman dan bergosip kabar katanya yang tidak ada juntrunganya. gibah kah? atau ajang dakwah & silaturakhmi model baru?
Allohua'lam dan semoga kita selalu dalam hidayahnya dan dijauhkan dari fitnah dajjal.
hati-hati saja dengan tayangan tivi sekarang dan Facebook status dalam reply comment, jangan sampai teknologi yang sudah sampai keruamah-rumah ini menjadi alat fitnah oleh dajjal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar