Pemomong pastinya tidak asing dengan apa yang terjadi di Dunia ini. Suatu ketika dia diminta untuk menjelaskan pepatah kesukaannya: "Tidak ada baik atau buruk, melainkan pikiran kitalah yang membuatnya begitu".
Inilah yang ia katakan: "Tidakkah kamu lihat bahwa apa yang dianggap sesak dalam kereta api dianggap meriah dalam diskotik?".
Sekiranya apa ?
Ya... sekiranya apa ?
Falasafah orang Jawa yang selalu membukukan faktor "UNTUNG" apakah bisa dikatakan sejalan terhadap pepatah diatas?, macam kecelakaan dijalan raya meskipun tangan kirinya patah. Toh kebanyakan orang Jawa akan bilang "Untung cuman tangan kiri saja yang patah" atau "untung hanya tangan saja yang patah" dan pelbagai untung - untung yang lain.
Pertanyaanya sekarang adalah 'apakah anda orang Jawa?. Apakah anda selalu merasa bahwa dikehidupan ini memang sebenernya tidaklah ada baik dan buruk (secara falsafah) melainkan semuanya selalu membawa manfaat untukmu.
Ada seorang teman dipojokan kedai berbincang denganku, bahwa dia dalam beberapa tahun kedepan akan menerapkan "MENIKMATI KEHIDUPAN APA ADANYA DARI GAJI YANG DIDAPAT SEKARANG". Berapapun gaji yang diperoleh akan dia gunakan untuk membahagiakan keluarga misalnya untuk beli baju anak istrinya atau untuk cuman sekedar makan malam disebuah resto mahal di akhir bulan. Saya hanya mengamini apa yang dia harapkan dan semoga apa yang dicita-citakan segera terkabul, Namun pertanyaan saya muncul terutarakan ke dia "berarti sekarang mas belum menikmati dari gaji sekarang". Jawabnya simple dan rata-rata orang pasti bakalan koor mengiyakan apa yang diutarakanya yaitu "Banyak tagihan mas... KPR, Motor, Anak Sekolah, Kredit Bank, Credit Card dll".
Menikmati....
menikmati dan menikmati adalah pengejahwantahan dari bahasa BERSYUKUR terhadap apa-apa yang ada dan apa-apa yang telah dikaruniai sang Pencipta kepada diri kita. Jadi.... cara bersyukurlah tentang segala sesuatu setidaknya sampai bulan ini masih bisa nyicil KPR, bayar motor, anak sekolah, kredit bank, credit card dll. Nikmastilah itu mas... jangan dibikin beban dan jangan diambil pusing.
Rizky tidak hanya dari gaji perusahaan, riski juga tidak melulu berupa uang atau jatah lembur dari atasan. Mulailah bersyukur bahwa rizky yang diberikan Alloh SWT terhadap kita tidaklah sedikit.
Istri yang tidak banyak menuntut dan patut terhadap anjuran suami juga laik untuk disyukuri...
Anak yang sehat juga merupakan suatu kenikmatan yang hakiki.
dan lain sebagainya.
Balik lagi ke falsafah diatas bahwa memang tidak adalah baik dan buruk di muka bumi ini selain membawa manfaat untuk kita dan pandai-pandailah kita bersyukur terhadap setiap keadaan yang disajikan di hadapan kita. Karena memang berpikir positif akan membawa aura pancaran jiwa yang mempesona dan kegairahan untuk hari esok. Janganlah bermuram durja meratapi keadaan yang dianggap masih kuran baik sebab justru malah menjadikan kita loyo dan suram.
^_^
SB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar