Sudah pernah ke Terminal Pulo Gadung belum? Kalu sudah pernah apa kesan anda pertama masuk kesebuah terminal (yang katanya) terbesar di Jakarta tersebut? Saya sendiri dulu pas belum mengerti alternative pulang kampung dengan bis selain terminal tersebut - Setiap di Terminal Pulo Gadung pasti bawa-annya was-was, dag-dig-dug, jangan-jangan dan berbagai pikiran negative selalu menjalar di otak.
Satu hal yang pasti ketika datang kesana pasti tangan diseret-seret oleh CALO bis. Gak tahu waktu itu dah sampe tangan yang kanan kemana-yang kiri kemana, tas-nya direbut kemana orangnya sampe nyasar kemana juga pernah. Xixixixixi..lucu & sedih pokoknya.
Intinya kalo gak kepaksa banget mending jangan ke terminal Pulogadung-lah.
Berikut Laporan kejadian nyata di terminal Pulogadung yang dialami rekan Machining PT.TMMIN tertanggal 25 Agustus 2008 kemarin. Semoga menjadi pelajarang yang berharga :
Pada Tgl 25/08/08, jam 04:30
Teman kita (karyawan TMMIN) tiba diterminal Pulo Gadung dari kota Brebes. Hendak meneruskan perjalanan ke rumah kostnya di Kodamar Kelapa Gadhing, mengingat masih gelap, maka bis yang mau ditumpangi belum ada. D.A. (Initial korban) kembali ke posisi saat turun dari bis dari Brebes. Tiba tiba ada orang yang mengaku satu bis dalam perjalanan tadi malam memanggil, "mas sini dulu duduk, hari masih gelap". D.A. dalam hatinya mengiyakan bahwa orang yang memanggil itu adalah satu bis tadi malam karena turunnya bareng.
"mau kemana?" Tanyanya, "mau naik bis yang lewat cempaka putih" jawab DA. "yang lewat depan kantor HONDA. Bis yang warnanya hijau & Panjang. bis yang lewat ITC cempaka mas apa mas tau ?", D.A. balik bertannya. "Owh.... ya saya tau jawabnya yaitu bis Mayasari Bhakti NO 51 Kalo begitu bareng saja nanti, ya" jawab DA atas tawarannya Dengan cara bicara serta keramahnnya orang tadi yang DA tidak sedikitpun curiga.
1. Orang tadi menawarkan rokok, tapi ditolak karena memang bukan perokok.
2. Orang tadi sudah memegang 2 kopi yang terbungkus dari plastik .Diberikanlah 1 bungkus kopi tadi kepada D.A., sambil berkata mas sambil menunggu bis datang, kita ngopi dulu agar tidak ngantuk. Dedi bertanya kok kopinya ada 2 ? Iya saya memang beli kopi 2, yang 1 untuk teman, tapi sudah duluan pulang, maka minumlah kamu satu. Karena kopinya masih panas ditaruhlah disisi duduknya.
3. Dalam obrolannya Orang itu memperlihatkan selembar foto wanita keponakannya dari sakunya, sambil berkata keponakan saya ini sangat marah sekali, bila ada tamu kerumahnya/menawarkan sesuatu tidak mau minum / mencicipi apa yang ditawarkan. D.A. mendengar kata kata tadi diminumlah sebungkus kopi tadi sampai habis.
4. Kira kira jam 05:00 bis yang ditunggu datang, kemudian naiklah bareng bareng karena bis tidak kunjung penuh, maka D.A. diajak turun dulu untuk bersama sama membeli sprite. diminumlah sprite tadi sampai habis, kemudian naik bis lagi, & duduk berdampingan, dalam bis D.A. merasa agak pusing kemudian tidak sadar dari tgl 26 kira kira jam 05:40 s/d tgl 27 jam 07:30 = ± 28 jam tidak sadar ada dimana
5. D.A 27/08/08 jam 07:30 tiba tiba ada didepan rumah kostnya dalam kondisi masih sempoyongan , Tidak tau siapa yang antar dan kapan kemudian masuk kerumah & tidur s/d jam 11: 30 bangun keluar, karena masih belum pulih maka teman di Kodamar mengajak nginap di kosnya
6. Rabu pagi masih pusing pusing maka Dedi belum bisa masuk kerja dan minta tolong sama temannya untuk info ke LH nya
Tindakan atasan : Kami chek di kosnya ternyata masih pusing pusing, Antar ke kontor polisi untuk lapor kejadiannya, Antar ke bank Permata cabang Sunter untuk urus ATM, Antar ke poli klinik sunter I, setelah dilakukan penecekan ternyata masih belum pulih akibat pengaruh obat, Tidakan poli klinik bawa ke rumah RSIJ untuk dirawat (dapat 3 hari & 3 hari Certifikat doctor untuk pemulihan)
Barang yang Hilang : 3 stel pakaian, 2 phone genggam, TAS, ID Card, KTP, ATM, Uang tunai 100.000
Luka yang diderita : Pelipis kanan robek 2cm & bawah mata kanan & kiri memar.
Dari kejadian diatas mohon untuk bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi para teman-teman yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar